canda “feel”

Sejak senyum tak lagi dilarang
kita mencandai beribu perasaan yang menumbuk dada
tersungging bibir kesana kemari

dan hanya ada beberapa pergantian
berbaris di sudut sudut penantian

jangan pernah berkata jangan
lalu aku meludah ke langit
kukira kau akan kena
ternyata aku menjadi bangkai tak berguna

pepohonan yang berlari ke belakang
juga bercanda pada perjalanan

Bagaimana dengan kita yang suka mencandakan perasaan?
bermain main dengan ulu hati
seolah jantung tahan hentakan gempa
sementara sedetik kejut kita langsung mati
lalu bersembah sujud pada dewa dewa

Ini bukan anekdot tentang perasaan
aku tak bernyali

Karena kita semua takut mati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s