Kau….

Hhmm……
Hari ini aku sadar, bahwasanya manusia memang tidak pernah ada yang sempurna, bahkan orang yg kita cintai sekalipun. Saat janji terikrar, saat itu juga sebuah keingkaran menyusup dan mencoba untuk menenggelamkannya. Bermula dari rasa bosan dan jenuh, setiap manusia harusnya mempunyai cara tersendiri atau “manusia” cadangan untuk bisa atasi jenuhnya. Begitu jg dg aku, saat jenuh aku coba alihkan pada hobi motretku, pergi ke suatu tempat yg agak jauh seorang diri, hanya demi memanggil kembali rasa rindu dan mengusir rasa jenuh itu. Tp, apakah setiap manusia py device seperti ku? Beruntung jika pengalihanya adalah bentuk yg positif, lalu bagaimana dg yg negative? Justru malah akan jadi boomerang baginya. Mungkin terlalu penat, terlalu sesak dadanya sampai sampai dia tidak sadar apa yg dilakukanya dan apa yg telah dilakukanya sebelumnya.
Kau hanya sedang mencari diriku dan kau tak menemukanya, tapi sebetulnya tidak harus seperti ini, kau bergerilya diantara malam, memindik mindik sperti halnya penyusup yg siap mencuri hati seorang wanita, dan aku kecewa! Bahkan aku selalu jenuh jika aku tak menemukan waktu mu, karna sangat selalu adanya aku untuk mu, tp mengapa kau berucap bahwasanya aku tak pernah ada untuk mu? Aku rela menunggu mu pulang larut malam, karna sayangnya aku padamu, tp mengapa kau berucap bahwasanya aku sperti tak membutuhkanmu? Aku begitu enggan melepaskanmu tatkala saat kau bersamaku, karna sayangnya aku padamu, tp mengapa kau berucap bahwasanya aku tak benar2 menginginkanmu? Siapakah yg dapat menjawab semua tanyaku? Kau kah? Atau siapa?
Jika saat ini aku berjuang menjaga mata, telinga, dan hatiku , maka bagaimana denganmu? Jika saat ini aku sedang berdiri menatapmu, karna aku tidak pernah ingin, kehilangan jejakmu walau selangkah pun. Dan jika bahwasanya aku sedang membelakangi mu, maka bukan aku tidak peduli, aku hanya sedang memberikanmu waktu, memberikan duniamu ditanganmu.. jgn lalu kau melangkah pergi dan meninggalkanku. 
Tidak akan semudah tidurmu, yang ngantuk selalu hadir tepat waktu!!! Bahkan takan pernah semuda saat kau membatalkan semua ingatanku tentang janjimu. Tapi juga tidak sesulit kau melalui sore mu karna harus berhadapan dg riuhnya macet di jalan raya..
Kau akan tetap seperti kamu, dan aku akan tetap menjadi aku, aku tak berharap kamu seperti aku, ataupun sebaliknya. Aku hanya berharap kita saling memandang, saling memperhatikan dan saling mengingatkan jika aku atau kamu lupa dengan yg seharusnya aku/kau lakukan tanpa/dengan aku. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s