aku pernah jatuh pada jurang kehampaan,sampai akhirnya kuraih tangan-tangan merangkakku berdiri dari kerendahan tanah, mendiamkan sunyi, meramaikan gaduh ternista. diamku menjawab tanya yg dibawa angin pada awan, terbenamnya dalam sore yg menyilaukan. bahkan petang terlalu bersemangat memadamkan wajahku… tersungkur!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s