mamah

HUah…

pengen peluk mamah,

terus nangis sepuasnya dipelukan mamah,

hufff…

klo gini, ngerasa giveup, ngerasa sendiri,

ngerasa gakan ada yg bisa ngerti selain mamah,

 

 

Tired,

so tired,

huff..

masih harus menyelesaikan beberapa ujian lagi,

ini semua tentang inginku bahagiakan mamah,

seandainya takada “dia” dibelakang punggungku,

aku mungkin sedang melangkah gontai menyusuri hidupku,

bukan terparksa,

tapi komitmen,

tapi prinsip,

tapi tekad,

tapi janji,

tapi misi,

tapi entah apa namanya,

cuma mamah yg bisa terima aku apa adanya,

bahkan suami ku sendiri, hufffff

semua terasa menyesakkanku,

menghimpitku dari berbagai arah,

 

rindu mamah,

rindu manjaku,

rindu keterlepasan bebanku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s