saya tidak tahu…

Pengennya ditaruh dimana nyawa ini?
Gemam tangis menyapa pipi,
Bertaruh keberuntungan dan pekatnya nyawa
Nyawa tertinggal di ujung jurang cita
Mencari dermaga, dengan kehausan jiwa yang melekat ,
Aku ingin pergi,
Meninggalkanmu
Dengan segala keterbatasan niatku,
Dengan sejumlah janji yang masih mengikat jariku,
Denganmu, denganya, dan dengan separuh isi kepalaku,
Terbang, tapi tidak menuju angkasa,
Berenang, tapi tidak menuju dasar laut,
Melangkah tapi tidak menuju ujungnya jalan,
Bermimpi, tapi tak pernah berani untuk tertidur,
Ya, aku dalam dunia nyata, yang takut dg kenyataan
Mencari binar-binar kebijaksanaan diri,
Memaksakan kehendak pada alam,
Menunggu balasan pada alam yang entah apa, entah kapan dia bergumam tentang ku,
Diam,
Duduk
Di tempat asing ini,
Menyibakkan ketegaranku,
Menepis senyum ternyamanku,
Aku rindu ibu,
Hanya dengan ibu aku melalui jalan-jalan ini,
Ya sepanjang jalan ini bersama ibu,
Tapi hari ini, aku sendiri
Menyusuri jalan ini, tanpa pelukan ibu
Dan dengan beban yang dititipkan Tuhan di pundakku,
Ibu…
Aku berada di detik detik terburukku,
Adu berada di menit-menit keterpurukanku,
Memang dunia tidak kiamat saat ini,
Tapi seolah esok takan pernah ku temui lagi dunia,
Ayah,
Maaf aku yg mengeluh atas hal yg sdh pernah kau ucapkan,
Aku tetap disini dengan pilihanku,
Tanpamu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s