wanita (Duma)

Wanitu itu (duma).
Duma tak biasanya bangun pagi, tp x ini ia bangun pagi dan sesegera mungkin ia bergegas mandi, bersiap siapp dan berharap bahwa sang kekasih menjemputnya pagi ini atas obrolan sehari yg lalu.

_____________________

6 jam berlalu,,
Duma masih asik dg hp dan tv yg dibiarkan menyala sebagai pengalihan penantiannya. Namun kekasihnya tak kunjung datang, semakin ia berharap!
Semakin ia berekspektasi, bahwasannya sang kekasih akan tiba-tiba datang dan membawakannya bunga kesukaannya, tulip. Wajahnya tetap tersenyum, menyembunyikan kekhawatiran yg mulai menghantui pikirannya.
Dia berpindah dri 1 sofa ke sofa yg lain. Hari smakin panas, pakaian yg digunakan perlahan satu persatu di gantinya dg baju rumahan yg lbh santai dan adem, mendinginkan pikiran hati dan kecemasannya.
Ia msh tersenyum, tapi ia tak sadar air matanya jatuh membasahi tangannya. Begitu ia sadar, dg segera ia mengusap matanya, takut kalau-kalau sang kekasih datang dan melihatnya menangis. Sesekali memandangi pagar pintu rumah, barang kali sang kekasih sudah ada di pintu sedari td sembari mengamati nya. Tapi ternyata tidak ada. Dan ia masih tersenyum.
Sedikit demi sedikit harapannya mulai memudar tanpa ia sadari, hati kecilnya sudah mencoba menegarkannya bahwasannya kekasihnya takan datang, dan berhentilah berharap, namun ia msh sajah berharap. Senyum yg membalut kemelut kepercayaan di hatinya, semakin menipis.
7 jam berlalu,,
Kini ia semakin sulit menerima kenyataan bahwasannya memang kekasihnya tak kunjung datang.

Kini ia hanya bs diam, meneruskan tulisannya, entah ttg apa.
Walau tak bisa dipungkiri, msh ada secerca harap ttg kedatangan kekasihnya, tp ia seolah tak menganggapnya lalu menutupi harapnya.

Dan
12 jam berlalu sudah hari ini ia lalu dg sisa harap di celah hatinya.
Malampun larut, bahkan malaikat sudh bersiap utk menemani ia terlelap. Tp ia masih terjaga, msh berandai kalau-kalau sang kekasih tiba-tiba datang menemuinya. Msh berharap jikalau sang kekasih segera menelponnya.
Namun sia-sia “lagi”.

Lelah menanti, melelapkan sejenak kesadarannya.
Hari itu telah ia lalui dg besarnya penantian akan kekasihnya. Walau begitu ia tak menyambut pagi nya dg kemarahan dan kecewa, bahkan harapannya semakin besar esok harinya.

Bahwasannya, wanita takan mudahnya menyesal atas apa yg telah dilakukannya utk orang yg dicintai, walau itu mengecawakannya sekalipun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s