Awan Mendung

Awan mendung,

memayungi langkahku hari ini, kupikir hanya pagi hari, tapi hingga terlelap tetap mendung. aku tak takut gelap, aku tak takut gemuruhnya, aku tak takut hujannya, yang aku takutkan adalah ketidak adanya kamu. Menyisir ruas jalan licin dan kibasan angin mengganggu pandanganku, meluruhkan air mata sarukan derasnya hujan.

Awan mendung, fikirku tak terarah, mencoba untuk tetap menatap entah apa yang terlihat. Merekam semua yang aku rasa, tanpa tau akan di putarkan kepada siapa.

seperti bernaung pada awan mendung, meneduhkan, tapi tak membuatku tenang. tidak terik tapi ini bukan pula yg terbaik. aku terlalu lembab karenanya. sesekali aku pun memerlukan terik. walau menyilaukan tapi itu menyegarkan “sesekali”.

dan pada saat nya nanti, awan mendung itu akan hujan, turun dengan derasnya, membawaku pada kebekuan malam , dingin.

semoga malam mu sehangat dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s